Bima dalam Dongeng Seorang Ibu


Sebuah cerita dari Nurjanah Bakti

Suatu hari tahun 1980 seorang saudara ipar saya melancong ke Timor-timur (sekarang Timor Leste) karena suatu tugas. Pada kesempatan itu dia pergunakan waktu untuk mencari saudara dari neneknya yang dikabarkan terdampar di Timor-timur sekitar lebih dari 100 tahun yang lalu. Seorang perempuan ngarana La Muna (bernama La Muna). Dia “La Muna” sengaja pergi ke Timor-timur demi mencari keberadaan saudara laki-lakinya bernama La Sidik yang terdampar di Timor-timur karena kapal (pengangkut ternak) yang dia tumpangi dengan tujuan Hongkong tenggelam.

Saudara saya itu berhasil bertemu dengan keturunan La Muna yang rupanya oleh ibunya diberi nama M. Saleh (La Muna menikah dengan orang Timor-timur), pada saat itu tahun 1980 M. Saleh sudah berusia sekitar 70 tahun namun segala sesuatu tentang Bima yang dia dengar dari ibunya sewaktu dia kecil masih tergambar jelas, dia mengatakan betapa dia rindu ingin melihat Bima, ibunya selalu bercerita bahwa tanah itu (Bima) nan hijau, subur, segala sesuatu yang ditanam akan tumbuh, orang-orang yang ramah dan suka bergotong-royong.

Di usia senjanya tahun 1982, M. Saleh menyempatkan diri berkunjung ke Bima mencium tanah Bima dan bertemu leluhurnya.

Saya salut kepada perempuan seperti La Muna, yang tetap setia bercerita tentang Bima yang elok, mungkin juga La Muna bercerita hanya untuk melepas rindu. Terukir dalam memori M. Saleh, Bima itu seperti negeri khayangan, subur dan tentram. M. Saleh tidak perduli bagaimana dia menemukan Bima di tahun 1982 bagi dia Bima adalah tanah leluhurnya, dia mengaku, dia orang Bima.

SUDAHKAH KITA MENDONGENG TENTANG BIMA KEAPADA ANAK KITA?

29 Tanggapan to “Bima dalam Dongeng Seorang Ibu”

  1. la lu gimana lalu???
    ^_^

  2. Lalu kita tunggu seorang ibu mendongengkan lagi sebuah cerita untuk anaknya..

  3. Ah…jadi inget anak saya BIMA. salam kenal ya

  4. Salam kenal juga.. Salam juga buat Bima..

  5. Bima, nama yang begitu perkasa
    lagi-lagi, saat ini aku hanya menyebut namanya, belum sempat bersua langsung dengannya..

  6. Terima kasih.. Kita do’akan, mudah-mudahan suatu saat bisa ke Bima.

    Salam,
    OmpuNdaru

  7. wah keren ada blogger dari bima. dou mbojo ya? salam dari lombok blogger. kritisi tulisan saya ya

  8. Terima kasih.. Juga atas kunjungan dan komentarnya, juga untuk jejak yang tertinggal.. Insya Allah secepatnya berkunjung..

    Salam,
    OmpuNdaru

  9. lingi adeku.. masih skripsi, harus lulus dulu baru bisa pulang ke Bima..

  10. Lembo ade arie.. ede wa’umpa ngarana pengorbanan re.. (laina rawa la Rhoma Irama, hehehe..), malah wancuku ntika wali di bade re, wara nia mu wa’u si nggori kuliah, dula mbali aka Mbojo.. Wadi midi impi aka rasa dou..

    Salam,
    OmpuNdaru

  11. ditunggu ceritana pak lalu ^-^

  12. Terima kasih Shofiyah..

  13. Assalamu alaikum…
    Mada ke dou ana dou Mbojo, pala mada ngge’e di Jakarta…Mada wunga kuliah S2 di Universitas Negeri Jakarta…bole raho dongeng ma kani bahasa Mbojo asli?

    tolong dikirim ke email mada, ya…

    Terima kasih…

    Wassalamu alaikum…

    Halimah

  14. Waalaikumussalam..

    Kalau dongeng tentang Bima dalam Bahasa Bima, dicek di http://lancepetit.blogspot.com/, tapi itupun hanya berupa pantun yang diambil dari buku BO Bima.
    Tapi nanti kalau ada dari sumber lain, Insya Allah akan saya kirimkan.

    Salam,
    OmpuNdaru

  15. ass,,..mada dou dompu sekarang wunga kulya aka malang…santabe nawarasi dongeng atau cerpen tentang dompu kirimja aka email mada,,
    terima kasih..wss.

  16. Aba Arifin.. Semoga sukses kuliah re.. Insya Allah, wara si carita wali, Ompu ma nggaduna..

    Salam,
    OmpuNdaru

  17. Ceritanya bgs sekali. Jadi ingat ibu saya almh. Thanks

  18. Terima kasih Om Yudi.. Paling tidak kita saling mengingatkan aja.. Ada lagi yang Ompu dapat dari kegiatan di Surabaya, Film tentang “Ibuku Malaikatku”, tapi Ompu gak tau cara postingin film itu di WP.

    Thank’s juga,
    OmpuNdaru

  19. nuhun u atas postingnya yg bermanfaat…
    kenalkan saya Agus Suhanto

  20. Sama-sama Mas Agus..

    Salam kenal juga buat Mas Agus, semoga betah di tempat yang sederhana ini..

    Salam,
    OmpuNdaru

  21. caru ja mpareni

  22. luara boho saraapu saraa rabade ro ringamu mengenai dana mbojo. makasih

  23. o ompundaru ausi rawire

  24. Lanjutkan kalau bisa cerita yang ada di Bima Dompu diangkat kepermukaan sehingga orang cerita tentang budaya bima dompu dikenal oleh dunia.

  25. dulu bima memang dikatakan daerah paling Asri (rindang) tp sekarang bima adalah kota yg paling panas di NTB. kenapa Kota Bima sekarang menjadi panas, adalah kah upayah dari PEMKOB bima untuk melestarikan kota bima seperti dulu?

  26. Ngonco Asa Says:

    bima ????……kayak nama okoh pewayangan mahabaratha gitu?? apa ada keturunan ma orang india gitu ya..apa bener keturunanx skrng asli dari ketrunan Bima, kl diliat fisiknya seh jauh langit dan bumi….kl keturunan gowa bisa dibilang mungkin….lantas keturunan sang bima itu sendiri mana keturunan indra jamrud, indra kumala dan lain22…..kita telaah dari nama saja sdh jelas bahwa keturunan yg sekarang bukan asli keturunan kerjaan bima pada masa itu

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: