Legenda Ncuhi Bolo yang Bijak


Hutan Rora bagai surga. Sungai mengalir melintasi hutan. Seperti sudah digambar Tuhan, sungai tersebut membelah perbatasan Kerajaan Dompu dan Bima. Dua Ncuhi yakni Ncuhi Dompu dan Ncuhi Bolo menjaga sungai tersebut. Mereka mengatur aliran air yang ke Dompu dan Bima secara adil.

Karena terbuai oleh angin dingin, Ncuhi Bolo tertidur. Ncuhi Dompu yang tak kurang selera humornya, bermaksud menggoda temannya. “Ando mambani ja nggomi” (Toh, Bung nggak bakal marah), ujarnya dalam hati seraya beranjak dari santawo tempat mereka duduk. Ncuhi Dompu bergegas ke aliran sungai yang ke Bima. Dia membendung aliran airnya. Air pun mengalir semua ke Dompu. Seraya terkekeh-kekeh, Ncuhi Dompu mengendap-ngendap kembali ke santawo dan pura-pura tidur.

Beberapa saat kemudian, Ncuhi Bolo bangun. Dilihatnya Ncuhi Dompu masih tidur. Namun ketika melihat aliran air sungai ke Bima terbendung, dia kaget setengah mati. “Hah.. tio pu rawi cinaku ke” (Hah.. coba lihat ulah saudaraku ini), ujarnya seraya menggeleng. Ncuhi Bolo tak mampu berbuat apa-apa. Dulu, perbuatan dan perkataan Ncuhi tak bisa diubah. Mereka begitu sakti mandraguna.

Ncuhi Bolo tentu tidak kehilangan akal. Dia lantas bersumpah, “Tahora nggara ndedesi, Dompu oina, Mbojo isina” (Baiklah jika demikian adanya, Dompu airnya, Bima isinya). Sumpah Ncuhi Bolo menggelitik Ncuhi Dompu. Seraya tertawa dia berkata, “Ausi darura kaimu cina. Dompu mpa Mbojo, Mbojo mpa Dompu ni” (Apa sih yang membuatmu resah saudaraku. Dompu kan Bima, Bima kan Dompu juga. Dia menukas lagi, “Ba nonto ndedena, cina ro angiku ese Mbojo, loa lao kanggihi kanggama awa Dompu. Tiwara bedana dou Dompu lao Mbojo. Ndaike cina ro angi mena” (Karena itu, saudara-saudaraku dari Bima boleh membantu menggarap tanah Dompu. Tidak ada bedanya orang Dompu dengan Bima. Kita bersaudara.

Itulah cikal bakal migrasi orang-orang Bima ke Dompu. Sama sekali tidak menimbulkan benturan. Nama-nama kampung di Dompu banyak yang dinamai kampung asal orang-orang yang datang dari Bima seperti, Rasanggaro, Ncera, Renda dan sebagainya.

Dikutip dari Muslimin Hamzah dalam Ensiklopedia Bima, 2004.

4 Tanggapan to “Legenda Ncuhi Bolo yang Bijak”

  1. its great, thanks

  2. You are wellcome.. and thank’s for visit my blog..

    OmpuNdaru

  3. lailasayang Says:

    Caru ipi re carita ake

  4. lailasayang Says:

    Ede ipi caru kadee carita ake

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: