Misteri Api Sangeang


pulau-sangeangSejurus Sultan terdiam. Ia seperti menantikan sesuatu di pantai itu. Tak lama sayup-sayup terdengar ringkik kuda. Seekor kuda jantan dengan bulu merah maron berlari-lari kecil menghampiri sultan. Begitu di hadapan baginda ia menggaruk-garukkan salah satu kaki depannya ke tanah seraya mengibaskan ekor sebagai tanda bahwa ia datang. Sultan dengan lembut membelai piaraannya. Keduanya tampak akrab layaknya dua sahabat.

Pertemuan sultan dengan kudanya itu terjadi di Pantai Wera yang berhadapan dengan Pulau Sangeang atau Sangia. Seperti sudah paham maksud tuannya, kuda tersebut lagi-lagi mengibaskan ekornya. Sultan meloncat ke punggung kuda itu. Kuda pun melesat ke Sangeang, melintas laut sepanjang kira-kira 5 km. Laut itu layaknya sebuah padang nan luas.

Kata sebagian kecil orang, kuda sultan itu bukan sembarang kuda melainkan binatang gaib. Hanya sultan yang mampu berkomunikasi dan memanggil binatang tersebut terutama kala ia ke Sangeang.

Pengalaman seperti di atas, konon menurut cerita dari mulut ke mulut, hampir dialami semua Sultan Bima sejak Abdul Khair Sirajuddin. Sesungguhnya mitos tersebut bukan hal yang berdiri sendiri. Kemunculannya erat kaitannya dengan sejarah kuda Sultan Abdul Khair Sirajuddin. Kuda itu pernah dipakai sultan ketika menjadi Panglima Perang Makassar antara Gowa-Makassar dengan Bone tahun 1646. Kala itu sultan membantu mertuanya, Malikussaid, Sultan Gowa-Makassar.

Sepulang dari Perang Makassar, kuda sultan dimerdekakan dan dianggap sebagai kuda sakti kerajaan. Ia dimandikan setiap Jum’at dan dikawal oleh pengawal khusus dari istana. Nama kuda itu adalah Jara Manggila. Konon kuda tersebut berasal dari Sangeang.

Bisa jadi, karena Jara Manggila adalah kuda sakti, pada akhirnya ia kembali ke Sangeang dan hilang secara misterius di tempat asalnya itu. Ia lalu menjadi semacam kuda gaib para raja Bima. Kuda itu sewaktu-waktu bisa menampakkan diri jika dibutuhkan oleh para raja Bima. 

Mirip Baduy. Orang Sangeang mirip penduduk asli berbagai daerah di Indonesia, sebut saja orang Baduy di Banten. Mereka tertutup, mandiri dan terikat adat istiadat yang ketat. Warna hitam merupakan ciri utama pakaian orang Sangeang. Jika bepergian mereka berjalan kaki.

Komunitas terbatas ini dipimpin oleh Jalu atau Kepala Desa. Ia sakti sekaligus kharismatik. Konon ia ke Bima lewat laut dengan sampan kecil yang menggunakan layar ala kadarnya dari kain sarung yang direntangkan. Ia mengintari pesisir utara Bima kemudian masuk Asa Kota. Jalu cuma butuh waktu sekitar setengah jam untuk sampai ke pelabuhan Bima. Padahal kalau orang menggunakan perahu bermesin diesel (tempel) butuh waktu satu jam lebih.

Setiap musim panen Jalu datang kepada raja Bima mempersembahkan hasil tanaman warganya kepada raja Bima berupa minyak kelapa, jagung serta labu. Hasil utama pulau ini adalah labu dan tanaman hortikultura lain. Raja biasanya menghadiahkan pakaian, kopi dan gula. “Mereka pantang menerima makanan,” kata Massir Q. Abdullah, budayawan Bima. Keberadaan Jalu berakhir tahun 1950, bersamaan dengan bubarnya kesultanan Bima.

Persembunyian Pasukan Hasanuddin. Selain penduduk asli, sekitar abad ke-16 di Sangeang datang sisa-sisa pasukan Sultan Hasanuddin. Kedatangan mereka tentunya atas legitimasi Sultan Abdul Khair Sirajuddin, yang juga Panglima Perang Makassar disebut Siri. Mereka menolak menyerah kepada Belanda menyusul kekalahan Gowa-Makassar dalam Perang Sombu Apu.

300px-gunungapi11Sangeang dikenal sebagai gunung berapi aktif hingga kini. Penduduk Sangeang berjumlah kira-kira 675 jiwa dari 326 KK. Dengan alasan keamanan akibat bencana letusan gunung, secara bertahap, mereka dipindahkan ke daratan di Wera oleh Departemen Sosial mulai tanggal 31 Juli 1985. Praktis pulau menjadi kosong, namun penduduk tetap memanfaatkan tanah perkebunan mereka untuk bercocok tanam.

Satu yang unik dari orang Sangeang adalah keramat yang menyelimuti mereka. Mereka seperti memiliki kemampuan gaib yang berkaitan dengan api. Kemampuan itu terlihat manakala mereka mempunyai masalah dengan orang lain. Biasanya orang yang menzolimi mereka akan menerima akibat seperti tempat tinggalnya terbakar.

Setiap orang Bima enggan berurusan dengan orang Sangeang. Namun karena mereka kerap (terutama saban musim panen) ke daratan untuk menjual hasil bumi, mau tidak mau mereka berhubungan dengan pendudukan Bima daratan.

Nah, disinilah biasanya persoalan timbul. Misalnya dalam transaksi jual beli hasil bumi dengan saudaranya di daratan kerap muncul masalah seperti jumlah bayaran yang kurang atau hal lain. Masing-masing pihak biasanya ngotot dan ujungnya orang Sangeang pergi. Lazimnya, sepeninggal mereka — entah kebetulan atau bukan — bencana kerap datang. Satu yang populer adalah kebakaran yang menimpa rumah orang yang berhubungan dengan orang Sangeang tadi.

Ada anggapan bahwa orang Sangeang adalah titisan penguasa dunia supranatural gunung api itu. Dalam pandangan orang Bima (kuno), penguasa gaib yang dimaksud disebut parafu atau marafu. Karenanya kemana pun pergi, mereka yakin mendapat perlindungan parafu, roh nenek moyang.

Sangeang, di Kecamatan Wera Timur, tetap merupakan misteri yang menarik untuk dipecahkan. Tercatat sepuluh kali Sangeang meletus sejak tahun 1512. Terakhir gunung setinggi 1949 meter di atas permukaan laut itu meletus 24 Januari 1997.

Dikutip dari Muslimin Hamzah dalam Ensiklopedia Bima.

63 Tanggapan to “Misteri Api Sangeang”

  1. sampe sekarang kuda nya itu serng nampak gak..??

  2. Ceritanya sih begitu, pada saat-saat tertentu atau kalau Gunung Apinya mulai aktif lagi.. Kata orang-orang disana sih.. Walahualam..

  3. aduh panjang bgt postingannyaa
    -salam kenal-

  4. Panjang yah… Sarannya, hari ini baca setengahnya dulu, besok baru disambung lagi, to be continue gitu lho.. hehehe..
    Terima kasih atas kunjungannya ke blog sederhana ini..

    Salam,
    OmpuNdaru

  5. Ceritanya mantap, pak. Ini kunjungan perdana saya, salam kenal. Silahkan berkunjung ke blog saya.

  6. Pak Alris.. Selamat datang diblog sederhana ini.. Terima kasih udah komentar dan ninggalin jejak buat saya.

    Salam,
    OmpuNdaru

  7. Ya Pung, nanti kapan-kapan dateng lagi ya!😉

  8. Terima kasih atas kunjungan baliknya..

    Salam,
    OmpuNdaru

  9. Sama-sama,

    Salam,
    Naufal “Botak463”

  10. Nanti saya kunjungi balik ke blognya pak, kirim kabar kalo ada postingan baru..

  11. Keren banget mitosnya.
    Kalau dibikin filem pasti bagus.
    Hihihi…

    Salam Ompu.

  12. Terima kasih..
    Juga buat kunjungan dan komentarnya, mudah-mudahan ada yang tertarik yah..

    Salam,
    OmpuNdaru

  13. Kalo orang Sangeang ke luar pulau atau ke luar negeri, “mitos” api/kebakaran tsb masih berlaku gak ya ???

  14. Sebenarnya orang Sangeang pulau baik-baik kok, cuma mereka sering merasa ditipu atau dibohoni oleh orang daratan, makanya sering timbul hal-hal seperti itu. Tapi memang kenyataannya seperti itu, mereka selalu dilingkupi suasana magis. Kapan-kapan maen ke Sangeang pak, bikin ekspedisi.

    Salam,
    OmpuNdaru

  15. Ompu-Ompu.. mang paling cocok klo jdi pembina xentala…
    Kayanya Guide sejati buat bima neh…
    gmana kabarnya ompu…???
    ada postingen baru neh…
    Kemarin kita baru beli empang buat basecamp baru xentala…
    eh ompu caranya buat tampilan posting depan jadi singkat kaya ompu gmana sih??
    abisnya postingan depan kita jadi numpuk.. judul2nya jdi jauh2..
    gmana ompu???

    jgn lupa comment2 yg bnyak ya ompu….

  16. Xentala.. Terima kasih banyak..
    Kabar baik Xentala, semoga teman-teman juga baik-baik saja. Selamat deh udah beli empang baru, asyik donk, ntar kalau saya ada jalan ke Jakarta bisa mampir di basecamp-nya.
    Diedit di tulisan, masuk dulu ke Tulisan, terus Sunting, silakan deh dipelajari di situ, kelihatannya Xentala banyak nekan enter tuh, hehehe….
    Ok.. Semoga sukses Xentala, salam untuk semuanya..

    OmpuNdaru

  17. Apa kabar Bang Ompundaru
    Saya sering berkunjung ke rumah anda, namun maaf baru kali ini saya berani komentar di blog anda. Banyak ilmu yg sangat bermanfaat untu kami. terimakasih sekali.

    Cerita di atas bagi saya sangat masuk akal, hal2 seperti barulah bisa dimengerti dgn sungguh2 bila seseorang pernah memiliki pengalaman pada hal2 yg gaib. bagi saya masyarakat Sangeang memiliki hubungan dgn alam sekitar secara harmonis. mereka mampu mensinergikan dan menselaraskan antara jagad kecil (pribadi) dgn jagad besar (alam semesta). Maka kehidupananya sebenarnya dipenuhi dgn spiriualitas tinggi yg tidak bisa dianggap sepele. hanya org2 yg tidak paham saja yg menganggap suatu keanehan dan kejanggalan.

    trims
    salam sejati
    rahayu

    sabdalangit’s web
    “jalan setapak menggapai spiritualitas sejati”

  18. SabdaLangit.. Terima kasih udah balas berkunjung dan maen-maen di blog sederhana ini.
    Saya sependapat dengan anda.. Istilahnya, mereka memang benar-benar hidup apa adanya sesuai dengan alam sekitarnya, mereka juga bukan orang-orang tanpa agama, cuma memang agak kurang berinteraksi dengan masyarakat yang ada di daratan karena memang lumayan jauh juga jarak antara daratan besar dengan pulau. Terjalinnya hubungan dengan orang pulau dan daratan hanya pada saat-saat tertentu saja, misalnya ketika musim panen dan sebagainya.
    Ok, saya tunggu lagi komentar-komentar selanjutnya.

    Salam sejati juga,
    OmpuNdaru

  19. wah ompu kayanya lgi ada prroblem neh???
    kayanya comment ke kita nya gx seoenuh hati…..hehehehe
    curhat2 donx ompu klo ada masalah ke kita…
    di sini banyak anak psikolog…
    ada juga tuh anak filsafat dr UI.
    di jamin gx nyesel dhe klo mo konsultasi….

  20. Hahaha.. Xentala, wuih ngeri tuh sama psikolog.. ntar di bilang gak waras lagi hehehe..
    Sorry deh kalo comentnya saya gak seru.. abisnya pemula juga seh.. mo ngajarin juga cara ngejelasinnya kayak gimana..? Ntar deh saya liat lagi comentnya di sana.. ato jangan-jangan salah coment yah..
    Maap-maap..

    OmpuNdaru

  21. Pa kabar Ompu?

    Selain sisi mistisnya, Sangiang juga menjadi wahana tantangan bagi para remaja pecinta alam. Sebagai pulau gunung api yang kering dan tandus, Sangiang adalah tempat yang pas untuk para pecinta alam yang ingin beradu nyali sekaligus mendekatkan diri dengan alam.

    Setidaknya begitu penuturan teman2 Mapala dari Makassar yang pernah cerita ke saya.

    Sukses selalu Ompu….
    noro kahawa re..!:mrgreen:

  22. Kabar baik bung Rakateza..

    Salut buat teman-teman Mapala di Makassar yang udah pernah ekspedisi di Sangeang.
    Mudah-mudahan nanti ada lagi yang menyusul untuk ke sana.
    Terima kasih komentarnya bung.

    Salam,
    OmpuNdaru

  23. kudaku lariii dengan kencaanngg… (lho? kok nyanyi?)

    itu kuda, kuda apaan? mau dong dikawinin sama si Poni, kuda tetangga… ntar gw jadi keturunan Sangeang deh… hahaha

  24. Diaz jadi keturunan Sangeang..? Maksud loe..?

  25. Ompu..bune habare, waura nono kahawa la’o om rakhateza ma dou re?he3. Cerita sejarah yang tidak boleh di lupakan.
    santabe…
    Pelecing kangkung

  26. Uba.. Tahompa ni, semoga Uba rau re taho rau mpa.. Alae wati pu undang wali ba dou re (Rakateza) doho nono kahawa aka sancaka uma na.. Au ja ra ni.. kombi wunga mboto karawina.. ede wa’umpa ana muda.. hehehe..
    Alae, palecing lara re, irae kani samba toma, kancere-ncere nari nata na, hmmm.. wati du wa’u pi’i londo oi fela ke.. Indo moda bune Uba awa lombo ni ara ake.. na ipi mena ku nggonggi na..

    Do do wa’u map Uba..

  27. itu berarti gunungnya masih aktif ya? tapi masih kalah pamor sama merapi yang di magelang ya ?? he he he, tapi kayaknya pemandangannya bagus dari fotonya

  28. De’ Adinata.. bikin gemes aja, kecil-kecil udah geblog, belajar dari umur berapa?
    Gunungnya memang masih aktif. Jelas kalah sama Gunung Merapi, di Merapi kan ada Mbah Marijan.. Kalo di Sangeang tidak ada siapa-siapa lagi..
    Terima kasih atas komentar dan waktunya untuk mampir dan maen-maen di sini.

    Salam,
    OmpuNdaru

  29. wooo…. mak semriwing q nemu blok ini

    sejuk, sehat n steril
    tfs

  30. Terima kasih..
    Biasanya jiwa yang selalu dihiasi dengan alunan musik, pasti akan cepat melihat keindahan.

    Salam,
    OmpuNdaru

  31. sip ompu thnks bgt yah ompu atas sarannya….
    mav ru les neh ompu kmren masih ujian jadi gx ol dlu…..
    mong2 dtunggu neh ma anak-anak postingan tentang misteri di gunung2 dket bima.
    ompu kita udh nambahin gallery tuh.. dsini ada pantai anyer ompu.. lumayan bagus viewnya klo menjelang sore…. soalnya kita inget ompu suka sama laut…ya kan…
    by the way keep spirit ompu with xentala never dies..

  32. Xentala… Hebat Xentala, gak ada matinya…
    Insya Allah, saya akan liat cerita tentang Anyernya.. Jadi keingat ma lagu Slank, Anyer 10 Maret..
    Ok, Xentala.. Selamat berjuang juga..

    Salam,
    OmpuNdaru

  33. ya gw (berharap) jadi keturunan sangeang kalo berhasil kawinin kuda sangeang dan si poni… uhuy~

  34. Diaz.. Apa kabar? Udah selesai ujiannya? Maksudnya gimana sih? Jadi Mr. Handsome mo kawin sama kuda Sangeang dan Si Poni? Kemaruk amat.. hehehe..

  35. pagi maz,
    makasih ya buat commentnya, avatar di artikel ne juga bagus, tapi lom sempet baca hehe…
    cuma mampir bentar mas,,,

    vivi ^_^

  36. Pagi juga Vivi.. Terima kasih udah mampir… Ditunggu kapan sempat punya waktu buat ngebaca..

    Salam,
    OmpuNdaru

  37. salamkenal juga…
    makasih komennyah,hehehe… baru belajar nulis kok
    dan bakal blajar banyak dari dirimu nech…^_^

    tata

  38. Tata.. Ma kasih udah berkunjung balik ke blog sederhana ini..
    Belajar balik? Wah.. Seru neh..

    Salam,
    OMpuNdaru

  39. ompu lg OL yah.. YMnya apa?
    neh nax2 xentala neh

  40. YM-nya : m.qadafi
    Gimana kabar empangnya ? Ikannya sudah besar-besar ?

    Salam,
    OmpuNdaru

  41. wah ompu mang yang paling ngerti sama xentala….
    thanks brat ompu udh kunjung2 ke xentala lg.
    rame pula blog ompu ku ini…
    sukses trus ompu jgn pernah lelah tuk berjalan meski jalan tersebut tdak pernah terlihat ujungnya…

    best regard,

    xentala

  42. Terima kasih Xentala..
    Sukses selalu juga buat Xentala..

    Salam,
    OmpuNdaru

  43. hahaha… biar puas… hehehe…

    thanks doanya… mudah”an buku gw sukses..

  44. Hehehe… Buku hadiahnya mana..?
    Tebakan saya benar kan..?

  45. ceritanya fiksi apa non fiksi?heheh.
    -salam kenal-

  46. Arikarika, Selamat datang lagi di blog sederhana ini..
    Salam kenal lagi..
    Sepertinya mampir kedua kalinya ini, untuk menamatkan bacaan di posting ini.. Terima kasih..
    Ceritanya ada yang fiksi dan non fiksi.. Namanya juga cerita..

    Salam,
    OmpuNdaru

  47. gak usah di permasalahkan..sebenarnya bukan misteri tentang kuda yg suka nampak di Wera itu..tetapi sesungguhnya itu adalah jin..karana keturunan raja bima senang bersekutu dengan Jin…dan perbuatan ini oleh kaum masyarakat Bodoh di Bima di anggap sakti..itu semua Bulsit..padahal perbuatan raja-raja Bima dulu adalah perbuatan yang musrik..dan perbuatan ini sangat di benci Allah pemilik Bumi ini..raja Bima dulu suka kawin..memperbudak rakyat..makanya kebudayaan yg ada di bima merupakan Budaya adopsi semu..makanya kalo kita mau jujur masyarakat bima sangat susah di terima di luar Bima..karna watak dan sifat yg tidak jujur di bawa kemana-mama..tau kenapa ini bisa terjadi..? raja-raja Bima yang kononnya sakti dlm tanda kutip..membiarkan rakyat slalu miskin dan Bodoh…org bodoh dan miskin mudah jadi syirik

  48. Hallo Bung Kaharazein, Apa kabar? Terima kasih bung atas komentarnya.. Tapi paling tidak Bima ternyata mempunyai legenda yang entah itu pemutarbalikan fakta atau bagaimana, begitulah legenda, sama seperti legenda-legenda yang ada di daerah lain. Dan, juga bagian yang dimaksud bung Kahar bahwa orang Bima sangat susah diterima di daerah lain, mungkin tidak sepenuhnya betul, banyak orang Bima yang juga sukses di tempat lain. Mungkin tergantung dari pribadi yang terbentuk dalam diri masing-masing..

    Salam, OmpuNdaru

  49. Salam Bang Ompu, mada rau ndou mbojo apa ita dou mbojo??? bagus banget ulasannya, malah kalau boleh dikasih ijin saya bisa copas dan di simpang di MP saya, tentunya dengan mencantumkan ini di copas dr mana, saya rasa kurang panjang, mada sebagai dou mbojo rau sampe ake tetap penasaran akan cerita doro sangia

  50. Salam juga Bientan, yup, Ompu asli Dou Mbojo. Sip, silakan Intan, mudah-mudahan Bima semakin terkenal..

    Best Regards, OmpuNdaru

  51. marwan galle Says:

    wera salah satu daerah yg punya potensi besar untuk di jdikn daerah pariwisata, knp PEMDA kita bodoh eah??? kpan daerah kita bisa maju lok gini terus bang…. apakah kita harus diam denga keadaan seperti ne? adakah yg bisa kita lakukan umntuk membuat mbojo kita maju…??????

  52. […] dan keindahan pesona Laut Bima. Dari Pulau Ular, juga anda dapat melihat Gunung Api Sangiang (https://ompundaru.wordpress.com/2009/01/18/misteri-api-sangeang/) yang terus diselimuti kabut serta keindahan pulau-pulau karang […]

  53. […] dan keindahan pesona Laut Bima. Dari Pulau Ular, juga anda dapat melihat Gunung Api Sangiang (https://ompundaru.wordpress.com/2009/01/18/misteri-api-sangeang/) yang terus diselimuti kabut serta keindahan pulau-pulau karang […]

  54. koreksi dikit di postingnya: bukan Jalu tapi dalu…sy org sangiang pulau..

  55. arief_sape Says:

    kepajangan postinx…
    bos bisa apload pic terbarux….
    biz kami nak2 bima n sape yg di papua..
    blum bisa pulkam,, jgi g tw keadaan terbarux…

    salam dari anak2 mbojo n sape yg d papua………….

  56. aduhh,,,, ini gunung yg tempat sangat misterius GUNUNG SANGIA yg ada di tengah laut atw di luar desa wera ,,,,,,,

  57. Bangga jadi anak Sangiang

  58. asalamualaikum abank sebelum nya saya berterima kasih kepada abank karna sudah mengakat dan sedikir membongkar misteri di balik gunung sangiang saya juga merasa bangga karna saya adalah putra asli dari sangiang

  59. Artikel yang sangat bermanfaat
    Terima kasih atas infonya,

  60. ternyata cerita ten tan g sangia sangat b agus,,tapi lanjut lg di lain hari aj yhaw

  61. Indeed Guru To’i..

  62. Terima kasih Mas Gufran Efendy..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: