Archive for the Health Category

Pengungsi Merapi Terserang Gangguan Pernafasan | Voice of Human Rights News Center

Posted in Health, Lepas, Living with tags , , , , , , , , , , , , , , on 28 Oktober 2010 by ompundaru

Pengungsi Merapi Terserang Gangguan Pernafasan | Voice of Human Rights News Center.

Iklan Susu Formula untuk Bayi Dibawah Dua Tahun Bakal Dilarang

Posted in Health, Lepas, Living with tags , , , , , , , , , , , , , , on 27 Oktober 2010 by ompundaru

Iklan Susu Formula untuk Bayi Dibawah Dua Tahun Bakal Dilarang.

Biaya Operasional dan Emosional Posyandu Kita

Posted in Health, Lepas, Living, Pendidikan with tags , , , , , , , , , , , , , , , , , on 30 Mei 2009 by ompundaru

Oleh : Iman Jaladri

Dalam menilai suatu pekerjaan, tidak bisa terlepas dari biaya operasional dan biaya emosional. Biaya operasional adalah perhitungan secara nominal untuk melakukan suatu pekerjaan. Biaya ini sering dihitung untuk menilai seberapa besar uang yang diperlukan sehingga bisa ditentukan untung dan ruginya. Sementara biaya emosional adalah biaya yang tidak bisa dihitung dengan uang, tetapi sangat menentukan keberlangsungan suatu pekerjaan. Skala pengukuran mungkin lebih tepat dengan tingkat kepuasan kerja. Seringkali, pekerjaan yang menguntungkan (secara nominal) tidak bisa dilakukan karena tidak bisa menghasilkan kepuasan secara emosional. Sebaliknya, walau ada pengorbanan, tetapi lebih memuaskan, seringkali ini menjadi pilihan. Baca lebih lanjut

“Oha Witi” (Nasi Jewawut).

Posted in Health, Kebudayaan, Lepas, Living with tags , , , , , , , , , , , , , , on 5 Mei 2009 by ompundaru

oha-witiOha Witi atau Nasi Jewawut merupakan hasil Cipta Menu dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima yang telah berhasil meraih Juara II Nasional pada Lomba Cipta Menu Tingkat Nasional.

Cara membuat Oha Witi (Nasi Jewawut) :

Bahan-bahan yang digunakan : 100 gr Beras, 200 gr Witi (Jewawut), 25 gr Daun Sandanawa.

Cara Pembuatan : Beras dan Witi direndam selama lebih kurang 1 jam, ditiriskan lalu diaron dan dikukus sampai masak. Nasi Witi dibungkus dengan Daun Sandanawa lalu dikukus kembali. Besarnya Nasi Witi disesuaikan dengan kebutuhan dan selera.

Selamat mencoba.

“Jagung Titi” Desa Waienga Kabupaten Lembata. Upaya Melestarikan Pangan Lokal

Posted in Destination Alternative, Health, Kebudayaan, Lepas, Living, Pendidikan with tags , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , on 18 April 2009 by ompundaru

Oleh Wong Kito *)

Dari dalam pondok berukuran sekitar 2 x 3 meter  inilah Ibu Sarifah (48 tahun) memulai aktivitas hariannya. Pondok kecil ini berfungsi sebagai tempat memasak sehari-hari (dapur), juga tempat untuk membuat “Jagung Titi“. Hampir setiap hari ia meniti jagung (menumbuk butiran jagung menjadi pipih seperti kripik). Seperti umumnya masyarakat di Desa Waienga Kabupaten Lembata, Ibu Sarifah menggunakan peralatan yang sangat sederhana antara lain : periuk tanah kecil untuk menyangrai butiran jagung, batu ceper sebagai landasan untuk meniti dan batu berbentuk lonjong yang berfungsi sebagai penumbuk (titi). Baca lebih lanjut

Murid SD di Inggris Mesti Paham Wikipedia dan Blog

Posted in Health, Lepas, Pendidikan, Sains with tags , , , , , , , , , , , , , , on 29 Maret 2009 by ompundaru

Berdasarkan rancangan kurikulum baru pendidikan tingkat dasar Inggris, anak-anak tingkat sekolah dasar di negeri tersebut diharuskan mempelajari jejaring sosial maya Twitter dan Ensiklopedia Online Wikipedia, disamping guru akan menjadi lebih leluasa dalam membuat anak berkonsentrasi di kelas.

Rancangan kurikulum yang bakal menandai perubahan terbesar dalam sistem pendidikan dasar di Inggris dalam satu dekade terakhir ini, menyebutkan ratusan spesifikasi berkaitan dengan pengetahuan alam, kewilayahan dan kesejarahan mesti dikuasai anak sebelum berusia 11 tahun sehingga mereka lebih gampang memahami pelajaran di jenjang berikutnya. Baca lebih lanjut

Apakah Anakku Berbakat? (10 Cara Menemukan Anak yang Berbakat)

Posted in Health, Kebudayaan, Living, Pendidikan with tags , , , , , , , , , , , , , , on 11 Januari 2009 by ompundaru

Gizi yang baik, lingkungan yang penuh rangsangan dan orang tua yang demokratis membuka kesempatan bagi lahirnya anak-anak berbakat. Tapi apakah anak-anak kita memang berbakat? Apa ciri-cirinya? Bagaimana mengenalinya? Baca lebih lanjut