Archive for the Puisi Category

Deklarasi Stop Kekerasan

Posted in Pendidikan, Puisi with tags , , , , , , , , , on 6 Februari 2009 by ompundaru

 

Kami anak Indonesia

Saat ini berkumpul bersama

Untuk menyatakan pada dunia

Bahwa kami anak-anak yang mulia

 

Kami tidak layak ditindas oleh siapapun

Tidak oleh guru

Tidak oleh teman

Tidak juga oleh kakak atau adik kelas kami

Dan bahkan oleh orangtua kami

 

Kami juga tahu

Bahwa kami tidak boleh menindas siapapun di sekitar kami

Karena kami harus menyayangi sesama

 

Guru,

Jadilah sahabat kami

Yang membimbing kami dengan tulus

Mengajari kami dengan lembut

Dan menjadikan hari-hari kami di sekolah lebih menyenangkan

Karena kami tidak perlu kekerasan

Untuk bisa mengerti pelajaran

 

Kakak kelas kami,

Jadikanlah kami seperti adikmu di rumah

Yang selalu kau ajak bermain bersama

Dan selalu kau sayangi

 

Adik kelas kami,

Janganlah kalian takut berteman dengan kami

Karena kami bukan monster

Yang akan menerkam kalian

Kami adalah sahabat kalian

 

Ayah dan Ibu,

Kalian sangat berarti bagi kami

Jangan biarkan kami membenci kalian

Hanya karena caci maki dan hukuman yang kalian berikan

Kami hanya butuh pujian

Serta keluarga yang damai dan nyaman

 

Kami ingin dihargai oleh teman

Kami ingin disayang kakak kelas kami

Kami juga ingin disayangi oleh guru-guru kami

Begitu juga oleh orangtua kami

Kami butuh dihargai

Kami sadar bahwa kami adalah tunas masa depan

Kami ingin menjadi masa depan yang bebas dari kekerasan

Kami ingin menggapai cita dengan penuh harapan

Untuk bisa menjadi bagian dari perubahan

Berubah agar lebih damai

Berubah agar lebih bersahabat

Berubah agar lebih bermanfaat

 

Kami, Anak Indonesia

Saat ini berjanji bersama untuk membuat perubahan

Menyapa hari dengan senyuman

Memberi yang terbaik demi masa depan kami

Dan orang-orang yang kami sayangi

 

Kami, Anak Indonesia

Karena itu kami yakin bisa

Melangkah ke depan dengan gagah

Untuk mengubah kekerasan menjadi kasih sayang

Karena kami Anak Indonesia

 

JADIKAN SEKOLAH KITA MENYENANGKAN

KARENA KAMI INGIN BELAJAR TANPA RASA TAKUT

STOP BULLYIIIIIIIIIIIIIIING!!!

 

Dikutip dari Stop Bullying! Sekolahku menyenangkan (Bunga Rampai Karya Seni Anak Remaja dalam Lagu, Puisi, Poster dan Foto dalam Proyek Young Hearts 2008 – 2009).

Jalaluddin Ar-Rumi

Posted in History, Puisi with tags , , , , , , on 12 Desember 2008 by ompundaru

img_4631Karya utama Jalaluddin Rumi, yang secara umum dianggap sebagai salah satu buku luar biasa di dunia, adalah Matsnawi-i-Ma’anawi (Couplets of Inner Meaning). Percakapan informalnya (Fihi ma Fihi), surat-surat (Maktubat), Diwan dan Hagiografi Manaqib al-Arifin, semuanya mengandung bagian-bagian penting dari ajaran-ajarannya.

Pilihan-pilihan berikut ini, diambil dari semua sumber tersebut, bertema meditasi yang dapat diambil sebagai aforisme dan deklarasi dogma, atau sepotong nasihat guru. Penggunaan kata-kata Sufistik mereka, berlangsung terus. Ar-Rumi, seperti penulis Sufi lain, menanamkan ajarannya dalam sebuah kerangka yang secara efektif menjabarkan makna batiniah sebagaimana sebuah pertunjukkan atau pameran. Teknik ini bermanfaat melindungi mereka yang tidak mampu menggunakan materi pada level eksperimen yang lebih tinggi; membiarkan mereka yang menginginkan puisi, untuk memilih puisi; memberi hiburan kepada orang-orang yang menginginkan cerita; mendorong kaum intelektual yang menghargai pengalaman-pengalaman tersebut.

Salah satu pernyataan kalimat-kalimatnya yang terkenal adalah judul dari pembicaraan ringannya : “Yang ada di dalam ada di dalam” (Engkau mengeluarkan apa yang ada di dalam untuk dirimu)”.

Ar-Rumi memiliki kegelisahan Sufistik yang luar biasa dalam kesusastraan dan puisi, melebihi pujangga di zamannya dan terus menerus menegaskan bahwa pencapaian tersebut adalah sebagian kecil dibandingkan dengan kesufian.

Baca lebih lanjut

Anak Belajar Dari Kehidupannya…

Posted in Puisi with tags , , , , , on 28 November 2008 by ompundaru

akif1

(from Dorothy Law Nolte in Children Learn what They Live..)

 

Bila anak sering dikritik, ia belajar mengumpat..

Bila anak sering dikasari, ia belajar berkelahi..

Bila anak sering diejek, ia belajar jadi pemalu..

Bila anak sering dipermalukan, ia belajar merasa bersalah..

Bila anak sering dimaklumi, ia belajar jadi sabar..

Bila anak sering disemangati, ia belajar menghargai..

Bila anak sering mendapatkan haknya, ia belajar bertindak adil..

Bila anak sering merasa aman, ia belajar percaya..

Bila anak sering mendapat pengakuan, ia belajar menyukai dirinya..

Bila anak sering diterima dan diakrabi, ia akan menemui cinta.

 

Untukmu Akif, Keponakan tersayang..

Jika engkau besar nanti

Jadilah seperti yang engkau inginkan

Pahami bakatmu dan temukan itu di dalam dirimu

Tunjukkan tinjumu pada Dunia

karena dunia jarang berlaku ramah pada kita yang lemah

Jadilah seperti Edisson yang tuli tapi mampu menggemparkan dunia

Jadilah seperti Soekarno yang pidatonya berapi-api

Jadilah seperti kakekmu yang penuh dengan kasih sayang

atau jadilah seperti apa yang kamu inginkan saja

tapi jangan menjadi binatang jalang seperti Khairil Anwar

 

dan kami akan bangga padamu Nak..

 

 

Nyanyian Kawula Tanah Bima

Posted in Puisi with tags , , , , , , , , , , , , on 25 November 2008 by ompundaru

siluet

Junjungan…

Sembah kami Kawula Tanah Bima

Selanjutnya dimohonkan pada Allah Ta’ala

Yang Maha Agung…Yang Maha Tunggal…

Nabi Muhammad yang membawa cahaya…

 

Junjungan yang tinggi martabatnya

Sakti mandraguna…

Tumbuh dan berkembangnya Tanah Bima

Berbeda dengan tumbuh dan berkembangnya yang sudah-sudah

Hijau dan rimbunnya Tanah Bima

Berbeda dengan hijau dan rimbunnya yang terdahulu

 

Dinginnya melebihi air

Halusnya melebihi sutera

Kilapnya melebihi minyak

Rupanya melebihi kapas

 

Dimohonkan panjang umurnya

Lama hidupnya

Tinggi martabatnya

Besar kuasanya

 

Bertakhta di puncak yang paling tinggi

Pegunungan yang lebar

Wilayahnya yang luas

Datarannya yang lebar

Untuk sandarannya yang menyeluruh

Pengamatannya yang merata

Bagi seluruh Kawula Tanah Bima

 

Berikan parang penghias sabuk

Palangkan kapak menjadi selempang

Untuk mendulangi bendungan yang tak lagi menahan air

Laut-laut yang sudah tinggi tertimbun

 

Untuk ku penuhi sandang keluargaku

Untuk memperpanjang kafan

Dan mendepa kain putih yang mulai pendek

Untuk menambah tebal emas genggamanku yang mulai menipis…

 

Untuk menampung dan menanggung keinginan

Tanah dan negeri yang banyak dan besar

Itu semua yang menjadi titah kehendak kami Kawula Tanah Bima

Junjungan…

Hanya itu ikrar perjanjian yang disepakati bersama...

 

Ompu Ndaru

Soe, 25 November 2008