Arsip untuk History

Upacara Daur Hidup yang Memikat (Bagian 1)

Posted in History, Kebudayaan, Lepas, Living with tags , , , , , , , , , , , , on 3 Agustus 2010 by ompundaru

Dalam tradisi Bima, upacara memegang peranan menentukan. Upacara sudah mentradisi sejak Bima kuno terutama mewarisi tradisi Hindu di masa lampau. Ketika Islam menjadi agama Kerajaan Bima, upacara menjadi alat dakwah. Sebut saja Upacara U’a Pua, yang mempunyai nilai syiar yang luar biasa.

Dalam Masyarakat Donggo dulu, upacara umumnya bernilai sakral. Misalnya upacara persembahan kepada dewa. Mereka mengorbankan binatang seperti kerbau. Namun upacara animis tersebut sudah ditinggalkan seiring dengan kian menguatnya pengaruh Islam dalam kehidupan mereka.

Dalam tulisan ini, akan dikemukakan secara singkat beberapa upacara seperti pernikahan dan khitanan, antara lain dikutip dan diadaptasi dari Buku “Dou (Manusia) Dompu”, edisi perdana 2001. Baca lebih lanjut

“Walaupun Itu Benar”

Posted in Lepas, Pendidikan with tags , , , , , , , , , , , , , , , on 12 Desember 2009 by ompundaru

Alkisah ada seorang ayah dan anak, di mana ayahnya mengatakan kepada anaknya, apapun yg kita lakukan di dunia ini belum tentu benar, walaupun benar, belum tentu di mata orang lain benar juga dan sang ayah mengatakan akan membuktikan pada esok harinya.

Pada ke esokan harinya, diambil seekor keledai, dan sang ayah menyuruh anaknya naik ke keledai itu, dan sang ayah menariknya. saat melewati pasar, orang-orang di pasar mengatakan: Anak yang tak tau diri, orang tua sudah setua itu menarik keledai, dan dia enak-enakan duduk di atas keledai, sampai di rumah, sang ayah mengatakan kepada anaknya, sudah dengarkan apa yang di katakan orang? Baca lebih lanjut

Pidato Anak Usia 12 Tahun Bikin Forum PBB Terdiam

Posted in History, Lepas, Living, Pendidikan, Sains with tags , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , on 4 Desember 2009 by ompundaru

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yang bernama Severn Suzuki seorang anak yang pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization (ECO). ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak-anak yang mendedikasikan diri Untuk belajar dan mengajarkan pada anak-anak lain mengenai masalah-masalah lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konferensi Lingkungan Hidup PBB, dimana pada saat itu Seveern yang berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yang memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka. Apa yang disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang-orang terkemuka yang berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun. Baca lebih lanjut

Pack up a pillow and blanket, go see the world. You will never regret it (The Name Sake Movie)

Posted in Kebudayaan, Lepas, Living with tags , , , , , , , , , , , , , , , , , , on 12 Oktober 2009 by ompundaru

IMG_0085Lamalera, yang terletak di Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata merupakan sebuah desa tepi pantai yang sejak dulu terkenal akan tradisi penangkapan ikan paus secara tradisional. Masa penangkapan ikan paus sendiri dimulai dengan proses ritual dan misa pembukaan. Baca lebih lanjut

Bulan Aneh..

Posted in Destination Alternative, History, Lepas, Living with tags , , , , , , , , , , , , , , on 24 Juni 2009 by ompundaru

Bulan Juni 2009, terasa banget deh keanehannya. Atau emang umur dunia yang udah begitu tua yah.. Udah deket.. Hii..hi..hi.., atau anugerah dari yang Maha Kuasa. Syukur Alhamdulillah.

Ompu & RoniAwal Bulan Juni tahun ini, bisa ketemu lagi sama sahabat lama namanya R. Nasrus Syukroni, dulu sama-sama senasib sepenanggungan di Soe, eh.. gak disangka-sangka bisa ketemu di Surabaya. Seminggu ikut pembekalan tentang Gizi di Bapelkes Surabaya dengan Roni dan teman-teman lain, alhasil, asupan gizi jadi bertambah, pulang oleh-olehnya berat badan naek 6 kilo. Nasib.. Baca lebih lanjut

“Jagung Titi” Desa Waienga Kabupaten Lembata. Upaya Melestarikan Pangan Lokal

Posted in Destination Alternative, Health, Kebudayaan, Lepas, Living, Pendidikan with tags , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , on 18 April 2009 by ompundaru

Oleh Wong Kito *)

Dari dalam pondok berukuran sekitar 2 x 3 meter  inilah Ibu Sarifah (48 tahun) memulai aktivitas hariannya. Pondok kecil ini berfungsi sebagai tempat memasak sehari-hari (dapur), juga tempat untuk membuat “Jagung Titi“. Hampir setiap hari ia meniti jagung (menumbuk butiran jagung menjadi pipih seperti kripik). Seperti umumnya masyarakat di Desa Waienga Kabupaten Lembata, Ibu Sarifah menggunakan peralatan yang sangat sederhana antara lain : periuk tanah kecil untuk menyangrai butiran jagung, batu ceper sebagai landasan untuk meniti dan batu berbentuk lonjong yang berfungsi sebagai penumbuk (titi). Baca lebih lanjut

Bima dalam Dongeng Seorang Ibu

Posted in Destination Alternative, History, Kebudayaan, Lepas, Living, Pendidikan with tags , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , on 15 April 2009 by ompundaru

Sebuah cerita dari Nurjanah Bakti

Suatu hari tahun 1980 seorang saudara ipar saya melancong ke Timor-timur (sekarang Timor Leste) karena suatu tugas. Pada kesempatan itu dia pergunakan waktu untuk mencari saudara dari neneknya yang dikabarkan terdampar di Timor-timur sekitar lebih dari 100 tahun yang lalu. Seorang perempuan ngarana La Muna (bernama La Muna). Dia “La Muna” sengaja pergi ke Timor-timur demi mencari keberadaan saudara laki-lakinya bernama La Sidik yang terdampar di Timor-timur karena kapal (pengangkut ternak) yang dia tumpangi dengan tujuan Hongkong tenggelam. Baca lebih lanjut